Stand
ini cukup unik, menjual bunga hiasan hasil daur ulang (recycle). Sang innovator
dan creator, Pak Edi ini sudah menciptakan bunga daur ulang sebelum terbitnya
UU No. 18 Tahun 2008, yang terbuat dari botol bekas minuman. Selain itu, dibuat
juga pot bunga yang biasa memakai botol bekas minuman soda seperti sprite.
“Sebelum di cor, dalamnya di cat, baru di cor.” jelasnya.
Lalu bunganya dibuat dari guntingan botol-botol kecil. Sedangkan batangnya dibuat dari kawat bekas bangunan. Pak Edi mengaku bahwa cara membuatnya masih tradisional atau bisa dibilang manual.
“Pake gunting serbaguna, solder, kemudian lem tembak, dan pewarnaannya menggunakan cat pilox.” katanya.
Pak Edi juga menawarkan bunga daur ulang lewat facebook (posyantek program 3 R) alamat rumah Pak Edi berada di Jl. Warga Gg. Janur, Kel. Pejaten Barat, Kec. Pasar Minggu.
“Sebelum di cor, dalamnya di cat, baru di cor.” jelasnya.
Lalu bunganya dibuat dari guntingan botol-botol kecil. Sedangkan batangnya dibuat dari kawat bekas bangunan. Pak Edi mengaku bahwa cara membuatnya masih tradisional atau bisa dibilang manual.
“Pake gunting serbaguna, solder, kemudian lem tembak, dan pewarnaannya menggunakan cat pilox.” katanya.
Pak Edi juga menawarkan bunga daur ulang lewat facebook (posyantek program 3 R) alamat rumah Pak Edi berada di Jl. Warga Gg. Janur, Kel. Pejaten Barat, Kec. Pasar Minggu.
(Liputan
ini dibuat oleh : Ramya, Alviassa, Cahaya, dan Indah, Anggota Ekskul Seni
Teater SMPN 267, Jakarta Selatan, Atraksi Wisata, Sudin Pariwisata, Jakarta
Selatan, Blok M Square, 5 Oktober 2013)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar