Selain
pameran ondel-ondel ditampilkan juga musik Betawi gambang kromong.
Seorang narasumber yang biasa disebut (master) gambang kromong, yaitu Bang Aden menceritakan sejarah gambang kromong.
Ia menjelaskan bahwa gambang kromong berasal dari peranakan Tionghoa.
Awalnya musik ini hanya menggunakan alat musik gambang kromong, tehyan, sukong, dan kongahyan.
Musik yang terdiri dari 18 (delapan belas) buah gambang dan 10 (sepuluh) buah kromong ini menggunakan 5 (lima) nada Cina.
Kemudian Bang Aden menjelaskan secara singkat tentang perkembangan gambang kromong.
“Seorang saudagar Cina bernama Fan Wang We dibantu bek pasar Senen yang bernama Pheng Chu mulai mengembangkan musik ini.” kata Bang Aden.
Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 1970-an, tokoh Betawi bernama alm Benyamin S memasukkan lagi berbagai alat-alat musik modern seperti bass, drum, keyboard, gitar, dan lain-lain.
Seorang narasumber yang biasa disebut (master) gambang kromong, yaitu Bang Aden menceritakan sejarah gambang kromong.
Ia menjelaskan bahwa gambang kromong berasal dari peranakan Tionghoa.
Awalnya musik ini hanya menggunakan alat musik gambang kromong, tehyan, sukong, dan kongahyan.
Musik yang terdiri dari 18 (delapan belas) buah gambang dan 10 (sepuluh) buah kromong ini menggunakan 5 (lima) nada Cina.
Kemudian Bang Aden menjelaskan secara singkat tentang perkembangan gambang kromong.
“Seorang saudagar Cina bernama Fan Wang We dibantu bek pasar Senen yang bernama Pheng Chu mulai mengembangkan musik ini.” kata Bang Aden.
Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 1970-an, tokoh Betawi bernama alm Benyamin S memasukkan lagi berbagai alat-alat musik modern seperti bass, drum, keyboard, gitar, dan lain-lain.
(Liputan
ini dibuat oleh : Ramya, Alviassa, Cahaya, dan Indah, Anggota Ekskul Seni
Teater SMPN 267, Jakarta Selatan, Atraksi Wisata, Sudin Pariwisata, Jakarta
Selatan, Blok M Square, 5 Oktober 2013)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar